5G Capacity Design Based on User Demand in Single High Altitude Platform Network [Desain Kapasitas Seluler 5G Berdasarkan Permintaan Pengguna pada Jaringan High Altitude Platform Tunggal]

Iskandar Iskandar

Abstract


HAPS (High Altitude Platform Station) is an alternative technology of communication system that utilizes terrestrial and satellite systems. HAPS technology is in stratosphere layer with a height of 17-22 km above the earth's surface. HAPS has some advantages, which are wide range area, communication ability on line of sight (LOS), dan low propagation delay. One of the applications that can be employed in HAPS system is cellular with 5G technology. Cellular system is used in wireless communication since it has big capacity. This study analyzes the capacity of 5G cellular in single HAPS system in which the bandwidths used are 0.1 GHz and 1 GHz. Simulation result shows that outage probability using 0.1 GHz bandwidth resulting the capacity in single HAPS system, which is maksimum 550 users in reference cell can achive 10-15 and it also happen when using 1 GHz with maksimum 5500 users in reference cell

*****

HAPS (High Altitude Platform Station) adalah alternatif teknologi telekomunikasi sebagai pelengkap sistem eksisiting yaitu terestrial dan satelit. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan dalam sistem HAPS adalah teknologi seluler 5G. Namun, interferensi merupakan salah satu masalah dalam mencapai kapasitas maksimum. Teknik multispot beam dan power control keduanya digunakan untuk mengatasi masalah tersebut. Teknik multispot beam ini berfungsi seperti pada sistem antena BTS terestrial. Akan tetapi antena multispot beam pada sistem HAPS ditempatkan berdekatan pada satu wahana atau platform HAPS. Oleh karena itu sinyal interferensi dari tiap pengguna akan menempuh jarak lintasan yang hampir sama dengan sinyal yang diinginkan. Berbeda dengan sistem BTS terestrial di mana setiap pengguna mendapat kontrol daya dari BTS yang berada di setiap sel. Panjang lintasan yang diambil oleh setiap sinyal pengguna berbeda sehingga nilai shadowing juga berbeda. Paper ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas 5G seluler dalam sistem HAPS tunggal di mana bandwidth yang digunakan adalah 0,1 GHz dan 1 GHz. Hasil simulasi menunjukkan bahwa probabilitas outage menggunakan bandwidth 0,1 GHz menghasilkan kapasitas dalam sistem HAPS tunggal, maksimum 550 pengguna dan jika menggunakan 1 GHz maka maksimum jumlah pengguna adalah 5500 pengguna dalam referensi sel


Keywords


HAPS, 5G,outage probability

Full Text:

PDF

References


E.Hossain and M.Hasan, “5G Cellular: Key Enabling Technologies and Research Challenges” IEEE Instrumentation and Measurement Magazine, June 2015

ITU, “Minimum requirements related to technical performancefor IMT-2020 radio interface(s)” 2017

Department of Ece, Citech “5G Wireless Technology”, March 2015

S. Gratsia, “LTE Uplink Cellular Capacity Analysis in High Altitude Platforms (HAPS) System “, Institute of Technology Bandung, June 2016

ITU, "Minimum performance characteristics and operational conditions for high altitude platform stations providing IMT-2000 in the bands 1885-1980 MHz, 2010-2025 MHz, and 2110-2170 MHz in the Regs. 1 & 3 and 1885-1980 MHz and 2110-2160 MHz in Reg. 2," 2000.

H. Fu, G. Bi and Arichandran, "Capacity Comparison of CDMA and FDMA/TDMA for a LEO Satellite System," ICC '99, vol. 2, pp. 1069-1073, 1999




DOI: http://dx.doi.org/10.17933/bpostel.2018.160205

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Published by R&D Center for Post and Informatics, MCIT, Indonesia. Powered by OJS