Evaluasi Pemanfaatan Infrastruktur Perangkat Monitor Spektrum Frekuensi Radio di Padang

Yourdan Yourdan

Abstract


Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif untuk menghubungkan mata rantai pemanfaatan perangkat monitor  yang terdiri dari teknologi dasar, teknologi berkembang  dan teknologi maju. Saat ini sistem monitoring telah dilengkapi dengan  sistem penyimpanan data,  mulai dari floppy disk, flash disk dan sistem penyimpanan kapasitas yang lebih besar lagi dengan sistem berbasis web.Evaluasi dilakukan dengan tinjauan  historis mengenai pemanfaatan perangkat monitor oleh UPT monitoring spektrum frekuensi Padang. Hasil studi menemukan bahwa ketahanan perangkat fase I dapat mencapai hingga belasan tahun. Hal ini terjadi karena adanya perangkat cadangan dan sistem kanibalisme. Sedangkan, perangkat fase II memiliki mobil terpisah yang membawa perangkatmonitor dan perangkat pencari arah (DF).Hubungan antara kedua mobil dilakukan dengan menggunakan radio.Hal ini berimplikasi pada spesialisasi tugas yang lebih terarah. Saat ini, banyak manfaat yang diperoleh dalam menemukenali dan menindak emisi yang tidak dikehendaki. Infrastruktur bergerak SISLASDA SMFR untuk VHF/UHF/SHF tahun 2010  di Medan, Padang dan Pekanbaru secara infrastruktur telah terintegrasi dengan Pusat Pengendalian Jakarta,  tetapi sistem transportasi datanya masih menggunakan flash disk untuk dikirimkan ke Jakarta.  Di Batam, sistem pengolahan dan penyimpanan sudah menggunakan aplikasi yang terhubung dengan internet. Perkembangan ini sejalan dengan perkembangan jaringan/ komputer, sehingga dalam melakukan monitor cukup dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan perangkat komputer yang terhubung ke jaringan internet.


Keywords


integrasi infrastruktur; sistem monitoring;peralatan monitoring

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.17933/bpostel.2013.110403

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Published by R&D Center for Post and Informatics, MCIT, Indonesia. Powered by OJS