Analisis Kriteria Pengembangan Penganggaran Elektronik Menggunakan Software Quality Function Deployment (SQFD) dari Sudut Pandang Pengguna

Rahmi Kartika Jati

Abstract


Pesatnya perkembangan sistem informasi menjadi pemicu dalam pengembangan aplikasi pendukung operasional organisasi. Tak terkecuali pemerintah Indonesia. Sebagai organisasi yang besar, pemerintah Indonesia memandang perlu adanya perbaikan layanan kepada masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan menetapkan penerapan e-government. E-government merupakan salah satu alat yang digunakan dalam perbaikan birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Pusat Penelitian X sebagai lembaga pemerintahan melakukan perbaikan terus menerus untuk meningkatkan tata kelola organisasi. Dari beberapa area yang akan menjadi objek pengembangan e-government, pihak manajemen Pusat Penelitian X memutuskan untuk memprioritaskan perbaikan pada proses keuangan, khususnya proses penganggaran. Dalam rangka perbaikan proses anggaran tersebut, perlu kajian terkait pengembangan penganggaran elektronik. Berdasarkan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk pengembangan penganggaran elektronik di Pusat Penelitian X. Pengembangan dilakukan dengan menggunakan Software Quality Function Deployment (SQFD) yang merupakan pengembangan Quality Function Deployment (QFD) tradisional yang umum digunakan pada pengembangan produk manufaktur. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa dalam pengembangan penganggaran elektronik di Pusat Penelitian X, programmer perlu memperhatikan delapan kriteria prioritas yang menurut pengguna perlu ada di dalam penganggaran elektronik. Dimana delapan kriteria prioritas tersebut dapat digunakan sebagai dasar pengetesan sistem untuk finalisasi pengembangan penganggaran elektronik.

*****

The rapid development of information system is the trigger for the developing of organization operational support applications. This is also the case of Indonesian government. As a big organization, Indonesian government sees the need of improving public services. Those can be conducted by implementing e-government, as a tool to improve the bureaucracy and governance effectively and efficiently. X Research Center as a government institution continues to improve the organization arrangement system. From many areas that will be the objects of e-government developing, the management of X Research Center decided to prioritize the improvement of financial process, especially budgeting process. On the improving of the budgeting process, the study of e-budgeting development is implemented. This study used Software Quality Function Deployment (SQFD) which is a development of Quality Function Deployment (QFD) commonly used in the traditional manufacturing product development. From this paper, we can conclude that in the development of e-budgeting in X Research Center, programmers need to pay attention to the eight priority criteria according to user requirement. Eight priority criteria can be used as a basic for system testing to finalize the development of electronics budgeting.


Keywords


Pemerintahan Elektronik, Penganggaran Elektronik, QFD, SQFD

Full Text:

PDF(ID)

References


Handayani, Rini. (2010). " Analisis Faktor-Faktor yang Menentukan Fektivitas Sistem Informasi pada Organisasi Sektor Publik." Jurnal Akuntansi dan Keuangan 12.1, pp-26.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2010 Tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010 – 2025

http://www.menpan.go.id/berita-terkini/120-info-terkini/4173-rapor-perkembangan-nilai-akuntabilitas-kinerja-k-l-provinsi

Keputusan Menkominfo Nomor : 57/KEP/ M.KOMINFO/12/2003 Tentang Panduan Penyusunan Rencana induk pengembangan e-government pada lembaga.

The World Bank Group, “E-Government Definition”.http://www1.worldbank.org/publicsector/egov/definition.htm

Supangkat, Suhono Harso. (2006). "Framework Strategi Implementasi E-Government." Prosiding Konferensi Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi untuk Indonesia, 3-4.

Wijayanto, Hendra.(2015). "TRANSPARANSI ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH (APBD) MELALUI PENERAPAN E-BUDGETING (Dalam Perspektif Teori Good Governance)." The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA) 1.1, 72-88.

Rahayu, Sri, Unti Ludigdo, and Didied Affandy. (2007) "Studi Fenomenologis Terhadap Proses Penyusunan Anggaran Daerah Bukti Empiris dari Satu Satuan Kerja Perangka Daerah di Provinsi Jambi." Makasar: Seminar Nasional Akuntansi X.

Fanida dan Niswah, (2015) “Government Resource System (GRMS): Inovasi Layanan Publik Dalam Pengelolaan Keuangan Daerah di Pemerintah Kota Surabaya”. Jurnal Administrasi Publik. 20.1.

Akao, Yoji dan Mazur, Glenn H. (2003) The Leading Edge in QFD: Past Present and Future. International Journal of Quality and Reliability Management. 20(1), pp. 20-35

William D. Barnett M.K. Raja, (1995),"Application of QFD to the software development process", International Journal of Quality & Reliability Management, Vol. 12 Iss 6 pp. 24 – 42

ikHe, et al., (2015) Creating a House Of Quality for Product Design, US 2015/0170243 A1, Jun. 18, 2015

Nazir, Moh. (2014) “Metode Penelitian” Bogor : Penerbit Ghalia Indonesia, hal. 44-49.

Sugiyono. (2014) “Metode Penelitian Bisnis” Bandung : Penerbit Alfabeta, hal. 464-466.

Mulyono, Budi.(2015) Riset Pasar untuk Usaha Baru Produk Pupuk Organik Cair. Diss. UAJY.

Anonim. (2014) “Blue Print Aplikasi e-Government”. Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Liu, X. F. F. (2000). Software quality function deployment. Potentials, IEEE, 19(5), 14–16. http://doi.org/10.1109/45.890072

Creswell, J. W. (2013). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.




DOI: http://dx.doi.org/10.17933/bpostel.2017.150101

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Published by R&D Center for Post and Informatics, MCIT, Indonesia. Powered by OJS